ini gayaku mana gayamu??? :D
Sabtu, 26 April 2014
Aku, cinta dan kehidupanku
Saat
matahari telah bersinar, suara kicauan burung mulai terdengar dan suara ayam jantan
yang sedang berkokok membangunkanku dari
tidur semalam. Aku terbangun dan membuka jendela untuk melihat matahari yang tersenyum,
tetesan embun didaun mangga depan rumahku dan manatap indahnya dunia. Segera ku
bergegas beranjak dari kasur. Ku segerakan ambil air wudlu dan menjalankan
ibadah ku sebagai orang islam yaitu sholat subuh. Setelah sholat subuh segera
ku mandi dan menyiapkan semua kelengkapan ku bersekolah. Semua telah siap kini
saatnya aku untuk makan pagi, pagi ini aku makan pagi dengan lauk buatan bunda
ku, karena biasanya aku membuat makan pagi sendiri. Aku makan dengan di temani
abah ku dan bunda ku. Selesainya aku makan pagi aku segera menunggu bus yang
selama ini menjadi alat transportasiku dengan teman-temanku untuk menuju
sekolah.
Pagi ini sampai disekolah aku segera
menyapu karna hari ini ada jadwal piket kelas untukku. Cukup dengan menyapu, menghapus
tulisan dipapan tulis dan mengambil kapur di Perpustakaan. Prasaanku pagi ini
gembira, ntah tak tau ada apa sebenarnya. Ku tebarkan senyum manis kepada
teman-teman dan guru-guru yang melihatku pagi ini. Bahkan ada satu sahabatku
yang bertanya pada ku “ada apa sebenarnya dengan kamu, betapa cerahnya raut
wajahmu pagi ini” aku hanya menjawab “aku pun tak tau apa yang telah terjadi
padaku tapi pagi ini hatiku terasa sejuk,tenang dan bahagia”. Setiap orang yang
melihatku selalu kuberi senyum manis dan senyum yang ikhlas.
Saat bel sekolah mulai terdengar
akupun segera masuk ke kelas dan mengikuti pelajaran seperti biasa. Kali ini
aku ingin serius belajar,aku mendengarkan,mencatat dan mengerjakan semua tugas
yang diberikan. Tettt,,,tettt,, suara bel istirahat sudah terdengar. Seperti
biasa saat bel istirahat kami segera pergi ke kantin sekolah yang diberi nama
KANTIN KEJUJURAN SMP N 1 Taruna abadi (Samaran). Karna di kantin ini kita tinggal mengambil jajan
yang kita inginkan dan membayarkan uang kepada ibu guru yang bertugas di kantin.
Setelah membayar kami segera menyantap makanan yang telah kami beli dari
kantin,kebiasan kami setelah dari kantin adalah makan jajan di depan kelas
bareng-bareng. Indah sekali suasana ini, disini kami tak mengenal drajat, kami
semua berkumpul menjadi 1 yaitu di SMP N 1 Taruna abadi. Kami satu keluarga jadi kami
harus biasa bersosialisasi dengan teman yang lain, kita tak boleh membandingkan
antara anak orang kaya, miskin, jelek, cantik, cakep dan lain-lain.
Beberapa hari kemudian hatiku terasa
tak karuan karna aku telah patah hati/putus cinta. Mungkin ini sering dialami
oleh anak seumuran ku. Tapi tak apalah masa depanku masih cerah,masih bayak
kebahagiaan yang menantiku. Hari senin, seperti biasa setiap hari senin kami
selalu mengikuti upacara bendera. Tapi entah mengapa saat aku melihat seseorang
yang aku cinta dan dia bukan lagi milikku, air mata ini menetes,kucoba berhenti
untuk menangis. Ku berhenti sejenak menangis karna hatiku sudah terasa lebih
tenang. Mungkin aku menangis karna kubelum bisa ikhlas melepasnya. Setelah
upacara selesai walau kutelah membendung air mata ini tapi tapi bendungan ini
pecah. Aku tak kuasa menahan tangis ini. Hanya kata sabar yang terucap dari
mulut shabat-sahabatku. Mereka sangat baik,merekalah yang telah memberiku
semangat untuk tersenyum dan kembali ceria. Hemm seperti biasa,saat aku sedih
selalu kumemberi kabar kesedihanku kepada masku yang bersekolah di SMA n 1 Taruna abadi
. Dia
berkata denganku “sudahlah dik tenang jangan terus menangis, yasudah nanti
sepulang sekolah mas jemput adek nanti mas akan ajak adek jalan-jalan”. Nahh
kini bel pulang sekolah tlah bunyi aku segera keluar dari pintu gerbang sekolah
dan menunggu masku menjeputku. Akhirnya aku dijemput dan diajak jalan-jalan. Setelah
sore kamipun pulang.
Sesampainya dirumah ntah ada apa
sebenarnya abah memarahiku habis-habisan. Sampai digebraknya meja yang ada
didepanku. Padahal seumur-umur tak pernah kulihat abah marah sampai menggebrak
meja. Hatiku semakin sakit melihat semua prilaku orang yang aku sayang seperti
ini.aku tak kuasa berbicara 1 bahkan 2 kata dari bibirku. Aku hanya diam dan
menangis mendengar semua perkataan abah kepadaku. Setelah itu abahmenyuruhku
dengan nada yang kasar untuk segera mandi. Akupun segera mandi dan setelah
mandi aku segera belajar. Saatitu malam minggu di desaku diadakan tontonan
campur sari untuk memperingati hari bersih desa. Abah dan bundaku melihat
tontonan itu karna mereka termasuk panitia penyelengara. Aku, Aku adalah anak
tunggal,mungkin mereka yang tak tau mengira betapa bahagianya aku yang terlahir
sebagai anak tunggal. Yang selalu dimanja,disayang,dan semua keinginannya
selalu terturuti. Tapi itu semua tak 100%
benar. Malam ini aku dirumah sendiri pintu dikunci dari luar dan hanya lampu
kamarku yang menyala. Betapa hening suasana malam ini, mengapa aku bisa
teringat semua kejadian buruk hari ini dan mengapa pula aku menangisi semua ini
lagi.
Aku merasa kehilangan semuanya, kebahgiaan,
senyum, canda dan tawa. Aku mencoba tabah, sabar dan tetap semangat jalani
hari-hari, kabar buruk kembali kuterima keesokan hari. yaitu perkataan abah.
Pagi itu dengan raut wajah yang masih terkesan marah kepadaku berkata “jam 12
harus sampai dirumah dan nggak boleh
pergi-pergi dengan alasan apapun”. Betapa terpukulnya hatiku, aku merasa
terlalu dikekang. Hari-hari kini kulalui dengan terpaksa,karna aku kini serasa
hidup dipenjara yang hidup dengan kedisiplinan tinggi. Kini setiaphari aku
harus sekolah,pulang sekolah les,sampai rumah bersih-bersih rumah,belajar,
tidur dan bangun sudah pagi. Seperti tak ada lagi waktu untukku untuk bersenang
senang seperti teman-temanku tapi aku tetap tersenyum manis kepada semua orang
agar mereka tak tau seberapa kepedihan dan sepahit apakah kehidupanku yang
sebenarnya. Kucoba bersabar dan membuat hatiku senang dengan semua keadaanku
sekarang. Aku yang merasa kebahagiaanku dicuri oleh seseorang dan merasakan
kehampaan hidup akan selalu tersenyum kepada siapapun, karna ku tak ingin
melihat orang disekitarku merasakan hal yang sama sepertiku.
Kini hari ke hari kulalui dengan
keceriaan tapi itu semua hanya diluar saja. Aku jalani hidupku sepertisedang
bermain sinetron. Aku membohongi semua orang dengan senyum manis yang telah ku
berikan. Tapi aku tak tau aku harus berbuat apa agar aku bisa membuat hidupku
bahagia dan membuat cerita asli kehidupanku.
Langganan:
Komentar (Atom)





